Jumat, 02 Desember 2011

KEGELISAHAN PENGGUNAAN KB


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
 Dalam kehidupan ini setiap manusia mempunyai harapan-harapan dan setiap manusia mempunyai hak untuk itu, tidak seorang pun dapat menghalanginya. Untuk mencapai harapan-harapan itu manusia berusaha yang mungkin usahanya itu dengan mengorbankan apa saja dengan kata lain manusia berusaha dengan sekuat tenaga, setelah berusaha maka orang-orang itu dengan gelisah menunggu dan menanti bagaimana hasil usaha mereka sesuaikah dengan apa yang mereka korabankan berhasilkah atau mereka harus kecewa karena gagal.
 Begitu pula dengan penggunaan KB di Indonesia. Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumberdaya manusia dengan kelahiran 5.000.000 per tahun. Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan besamaan dengan pembangunan ekonomi, dikhawatirkan hasil pembangunan tidak akan terhenti.
Keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS) yang berorientasi  pada “catur warga” atau zero population growth (pertumbuhan seimbang). Gerakan keluarga berencana nasional  Indonesia telah berumur panjang sejak (1970) dan masyarakat dunia menganggap Indonesia telah berhasil menurunkan angka kelahiran dengan bermakna. Masyarakat dapat menerima hampir semua metode medis teknis keluarga berencana yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Karena alasan itulah banyak diantara pengguna KB yang mengalami beberapa keluhan, yang salah satunya menyangkut masalah psikologi yaitu Kegelisahan yang membuat penggunanya merasa tidak nyaman dengan jenis KB yang digunakan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas penyusun tertarik untuk membuat makalah dengan judul “ Kegelisahan KB”
1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimana kegelisahan itu terjadi?
1.2.2        Bagaimanakah kegelisahan penggunaan KB?

1.3       Tujuan
Mengetahui dan mengidentifikasi sebab-sebab seseorang mengalami kegelisahan, dan memahami keadaan psikologis yang menyangkut kegelisahan dalam penggunaan KB.

1.4       Manfaat
Bagi akademik sebagai motivasi peningkatan mutu pendidikan guna menciptakan tenaga kesehatan yang profesional. Bagi pembaca dengan harapan dapat berguna dalam menambah wawasan pendidikan kebidanan serta perbedaannya. Bagi penulis sebagai  motivasi untuk lebih aktif dan kreatif guna mendalami ilmu kebidanan serta penerapannya secara profesional.























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Kegelisahan
Menurut Sigmund Freud kecemasan dibagi menjadi 3 macam, yakni : kecemasan kenyataan/objektif, kecemasan neurotis dan kecemasan moril.
            Dari ketiga macam kecemasan tersebut sebenarnya sebenarnya tidak ada perbedaan dari segi jenisnya. Semuanya mempunyai sifat yang sama, yaitu tidak menyenangkan dari mereka yang mengalaminya. Mereka (tiga macam kecemasan) hanya berbeda dalam hubungan sumbernya. Kecemasan tentang kenyataan , sumber dari bahaya itu terletak dalam dunia luar luar . Kecemasan neurotis, ancaman terletak dalam pemilihan pemilihan objek secara naluriah dari id. Kecemasan moril, sumber ancaman adalah hati nurani dari super ego.
            Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman berbahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi  kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaaan tertentu dari lingkungan. Misalnya, ketakutan terhadap kegelapan mungkin merupakan pembawaan dari generasi sebelumnya, yang selalu menghadapi bahaya selama malam, sebelum mereka mempunyai alat penerangan, yang mana hal in diturunkan kepada keturunannya.
            Rasa ketakutan/kecemasan ini lebih mudah diperoleh selama masih bayi atau anak-anak, karena organisme yang masih muda lemah dalam menghadapi bahya-bahaya dari luar dan sering kali dikuasai oleh ketakutan egonya belum berkembang sampai titik. Di mana organisme dapat menguasai rangsangan-rangsangan yang jumlahnya berlebihan dari luar, yang mana selama dalam kandungan mendapat lindungan, sehingga menyebabkan bayi tidak siap sama sekali. Selama tahun-tahun permulaan bayi, banyak menghadapi keadaan lain yang sulit untuk dihadapinya, bila dalam kemudian hari mengancam hidupnya sampai keadaan tak berdaya, bayi akan mencetuskan keadaan cemasnya. Itulah sebabnya kita perlu melindungi anak yang masih kecil
            Kecemasan neurotis(saraf), ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam tiga bentuk
1.      Bentuk keceamasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada keadaan lingkungannya yang kira-kira cocok. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi. Sebenarnya ia bertindak yang demikian itu, karena ia takut terhadap bayangan sendiri atau takut terhadap id-nya sendiri, sehingga menekan ego, akan menguasai ego dan menyeret pada keadaan tak berbahaya.
2.      Bentuk ketakuatan yang tegang dan irrasional (phobia). Sifat khusus dari phobia adalah, bahwa intensitet ketakutannya. Misalnya seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah dianalisis , ketika masih kecil dulu ia sering dibelikan balon oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya, sehingga ia mendapatkan hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan yang bersalah menjadi terhubung dengan balon karet. Phobia juga bisa diperbesar dengan oleh kecemasan moril, kalau benda yang diinginkan tetapi ditakutkan adalah sesuatu yang melanggar ideal dari superego. Misalkan seorang wanita mungkin merasakan suatu ketakutan irrasional untuk diperkosa karena sebenarnya ia ingin mendapatkan serangan sexual, tapi superegonya memberontak terhadap keinginan ini, ia takut terhadap hati nuraninya sendiri.
3.      Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neourotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id meskipun ego dan super ego melarangnya.
Kecemasan neurotis selalu berdasarkan kecemasan tentang kenyataan, dalam arti kata bahwa sesorang harus menghubungkan suatu tuntutan naluriah dengan bahaya dari luar sebelum ia belajar merasa takut terhada naluri-nalurinya. Selama suatu peredaaran naluriah tidak berakhir dengan suatu hukuman, orang tidak usah merasa takut terhadap chatexis obyek dari naluri-naluri. Akan tetapi, karena perbuatan yang impulsif membawa seseorang kedalam suatu kesulitan, iapun menyadari bagaimana berbahayanya naluri itu. Tamparan, pukulan, dan lain-lain bentuk hukuman menunjukkan pada seorang anak, bahwa pemuasan naluri secara impulsif menuju pada suatu keadaaan yang tidak menyenangkan. Ank akan mendapat kecemasan neurotis kalau ia dihukum karena bertindak secara impulsif.
Kecemasan moril, merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam arti ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani. Hati nurani sebagai wakil di dalam tubuh dari kekuasaan seseorang karena suatu perbuatan atau pikiran yang melanggar tujuan yang sempurna dari ego yang ideal yang diletakkan di dalam kepribadian oleh orang tua. Sebagaiman halnya dengan kecemasan neurotis, sumber kecemasan moril terletak dalam struktur kepribadian dan sebagaimana halnya dengn kecemasan neurotis orang tidak dapat melepaskan diri dari perasaan bersalah dengan jalan melarikan diri daripadanya.
Kecemasan moril mempunyai  ikatan yang erat dengan kecemasan neurotis, karena musuh-musuh utama dari superego adalah pemilihan objek yang primitif dari id. Adalah suatu ironi dari penghidupan orang yang berakhlak. Sebab daripada ini ialah, bahwa karena hanya berfikir untuk melakukan melakukan sesuatu yang buruk buruk saja telah menjadikan orang yang berakhlak merasa malu. Seseorang yang banyak melakukan penguasaan diri sudah pasti akan banyak memikirkan tentang godaan dari naluri-naluri, karena ia tidak menemukan saluran yang lain untuk keninginan-keinginan nalurinya. Orang yang kurang berakhlak tidak memiliki superego yang bdemikian kuatnya, sehingga ia tidak lenih mungkin merasakan gangguan dari hati nuraninya, kalau ia berpikir atau berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan kode moril.
Kecemasan adalah peringatan kepada ego, bahwa ia berada dalam bahaya. Dalam hal kecemasan objektif, jika seseorang tidak mengindahkan peringatan itu, sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya. Dengan memberikan perhatian atas peringatan itu seseorang mungkin dapat menghindarkan kecelakaan yang akan terjadi. Baik dalam kecemasan neurotis maupun kecemasan moril, bahwa terletak di dunia luar dan juga bukan berupa sesuatu luka-luka badan atau kekurangan jasmaniah yang ditakutkan orang.
Perasaan bersalah pada hakekatnya mungkin menjadi demikian tidak tertahannya, sehingga orang yang bersalah dapat berbuat sesuatu untuk mengundang hukuman dari sumber di luar untuk menghilangkan perasaan bersalahnya dan mencapai kelegaan. Tekanan yang terus menerus dari kecemasan neurotis mungkin menyebabkan sesorang menjadi kehilangan akalnya dan melakukan sesuatu yang sangat impulsif. Akibat dari perbuatan impulsif ini dianggap kurang menyakitkan pada kecemasan itu sendiri. Kecemasan neurotis dan moril bukan saja merupakan tanda bahaya untuk ego, tetapi kecemasan itu sendiri adalah suatu bahaya.
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan segala sifat yang paling sempurna diantara makhluk yang ada di bumi ini, sifat itu adalah cipta, rasa dan karsa. Tetapi dengan adanya sifat itulah manusia menjadi tamak, loba, kikir, iri, dengki,  dsb., apabila manusia tidak dapat mengatur, menguasai atau mengekang hawa nafsunya ataupun bertindak yang negatif.
Sifat tamak, kikir, iri dan dengki adalah sifat yang sangat tidak terpuji baik dihadapan sesama manusia apa lagi dihadapan Tuhan pencipta alam dan isinya. Dengan adanya sifat ini manusia akan mengalamirasa khawatir, takut, cemas, bahkan putus asa.
Bagi manusia yang menyadari akan hal ini, perasaan tersebut di atas dipandangnya sebagai penyakit kejiwaaan yang sangat tidak menyenangkan bagi manusia tersebut, sehingga dengan bekal kesadarannya tersebut ia berusaha untuk mengeluarkan perasaaan cemasnya dari dalam dirinya, perasaan-perasaan cemas, gelisah, kuatir, benci, dongkol dan perasaaan negatif lainnya sangat sukar untuk diberntas. Perasaan-perasaan itu demikian hebatnya, sehingga dapat mendesak dan mengusir pikiran-pikiran kita yang tenteram dan senang, segar dan damai.
Biasanya orang yang mengalami sulit untuk memikirkan hal-hal yang perlu untuk dilaksanakan dalam mengurangi rasa kecemasan tersebut, untuk itulah perlu melakukan perbuatan yang tanpa banyak memerlukan pikiran, dengan berbuat demikian orang akan menjadi sibuk sehingga rasa cemas ataupun khawatir dalam pikirnya akan terlupakan. Hal ini sesuai dengan pendapat dari james L. Mursell, guru besar dalam mata pelajaran Pedagogi padasekolah guru di Columbi, denga njitunya mengatakan : “ anda akan digoda oleh kecemasan, ketakutan dan kekhawatiran, tidak selamanya anda asyik dan sibuk, akan tetapi setelah sesuai dengan pekerjaan anda, pada saat itulah angan-angan anda menjadi liar dan anda merenungkan  hal-hal yang bukan-bukan, yang gila-gila dan setiap kesalahan tampak gede-gede seperti gunung. Motor jiwa kita berputat untuk membebaskan diri dari rasa khawatir adalah kesibukan yang tiada hentinya  fisik manuasia akan mengalami kelelahan ataupun keletihan sehingga tinggal memerlukan istirahat (tidur) yang tenang dan nyenyak tanpa memikirkan lagi terhadap masalahnya, yaitu kecemasan.
Ada suatu cara lain yang mungkin juga baik untuk digunakan untuk mengatasi kecemasan tersebut dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (intropeksi), akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita atnggung tau yang akan terjadi, mengapa hal itu terjadi apa penyebabnya dsb.,  apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat mengatasinya, kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya, karena tidak semua pengalaman di dunia ini menyenangkan.
Yang kedua, kita bersedia untuk menerima akibatnya dengan rasa tabah dan senang hati, niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Dan yang ketiga, dengan bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
Ada suatu cara yang paling ampuh dalam menghadapi segala situasi dan kondisi yang bagaimanapun termasuk kecemasan ini yaitu kita berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar, tabah, senang, dan ikhlas, sehingga ia mau mengabulkan  permohonan kita dari perasaan kecemasan ini, sebab Tuhan adalah yang paling maha pemurah, maha pengampun, maha pengasih, dan maha penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadaNya.
            Setiap orang siapa pun orangnya itu, baik mereka yang tingkat sosialnya tinggi, yang tingkat sosialnya rendah, seperti pejabaat-pejabat, orang-orang kaya, para pegawai negeri, kuli bangunan, tukang becak sampai pada pengemis, mereka pasti punya harapan-harapan dan cita-cita, sudah tentu sesuai dengan kemampuan dan jangkauan mereka.
            Dan karena cita-cita dan harapan-harapan itulah mereka berusaha untuk mencapainya, dan setiap orang berhak untuk itu dengan demikian tidak seorangpun dapat melarang ataupun menghalangi seseorang untuk mencapai cita-citanya. Dari usaha-usaha mereka untuk mencapai apa cita-cita dan harapan mereka, suatu saat mereka akan menunggu jawaban dari hasil jerih payah mereka, apakah cita-cita dan harapan-harapan mereka itu akan tercapai, atau gagal dan mereka harus kecewa.
            Sering orang dengan tidak sabar sesuatu yang menjadi harapan mereka. Peristiwa ini sering kita jumpai di ruamh sakit baik itu rumah sakit umum ataupun rumah sakit bersalin. Misalnya di rumah sakit bersalin, seorang bapak sebentar-sebentar melihat ke pintu di mana seorang ibu hamil mungkin sedang melahirkan putranya. Disini kita dapat melihat bahwa setiap manusia dapat mengalami kecemasan, keresahan hati dan diliputi rasa khawatir serta hati yang tidak tenteram. Siapapun dapat gelisah. Hal tersebut terjadi karena mungkin disebabkan harapan-harapan mereka tak terpenuhi. Untuk itu perlu kita sadari apapun kegelisahan itu tidak akan dapat menyelesaikan suatu masalah atau menghalau situasi buruk apa pun dengan baik.

2.2       KB dan dampak penggunaannya
Salah satu peranan penting bidan adalah untuk meningkatkan jumlah penerimaan dan kualitas metode KB  kepada masyarakat. Karena banyak diantara pengguna KB yang mengalami gangguan psikologi yang menyangkut kegelisahan sehingga mengganggu keseharian meeka. Sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan bidan, metode KB yang dapat dilaksanakan adalah:
1.      Metode sederhana
·         Kondom
·         Pantang berkala
·         Pemakaina spermiside
·         Senggama terputus
2.      Metode kontrasepsi efektif (MKE)
·         Hormonal: suntikan KB dan Susuk KB
·         Metode: alat kontrapsesi dalam rahim (AKDR)
3.      Metode MKE-Kontap
Bidan dapat memberikan petunjuk, nasehat, di mana dan kapan kontap dapat dilaksanakan
4.      Metode menghilangkan kehamilan
Metode KB sederhana
Adalah metode KB yang digunakan tanpa bantuan orang lain. Diantaranya adalah kondom, pantang berkala, senggama terputus, dan spermiside. Metode sederhana akan lebih efektif jika penggunaannya diperhitungkan dengan masa subur.
Spermiside
Adalah zat kimia yang dapat melumpuhkan sampai mematikan spermatozoa yang digunakan menjelang hubungan seks.
Kekurangan spermiside:
1.      Merepotkan menjelang senggama
2.      Nilai kepuasan berkurang
3.      Dapat menimbulkan iritasi atau alergi
4.      Kejadian hamil tinggi sekitar 30% sampai 35% karena pemasangan tidak sempurna tidak sempurna atau terlalu cepat melakukan senggama
Kontrasepsi hormonal pil
Kontrasepsi hormonal pil telah mengalami penelitian panjang, sehingga sebagian besar wanita dapat menerima tanpa kesulitan, dengan patrun mestruasi normal serta durasi antara 4 sampai 6 hari.
Macam-macam pil KB:
1.      Pil kombinasi: sejak semula telah terdapat kombinasi komponen progesteron/estrogen
2.      Pil sekuensial;
·         Pil ini mengandung komponen yang disesuaikan dengan sistem hormonal tubuh
·    Dua belas pil pertama hanya mengandung estrogen pil ke tiga belas dan seterusnya merupakan kombinasi
3.      Progesteron: hanya mengandung progesteron dipergunakan untuk ibu postpartum
4.      KB. DARURAT hormonal: digunakan segera seelah hubungan seks
Kerugian penggunaan pil KB:
1.      Harus minum pil secara teratur
2.      Dalam waktu panjang menekan ovarium
3.      Penyulit ringan:
·         Berat badan bertambah
·         Rambut rontok
·         Tumbuh akne
·         Mual sampai muntah
4.      Mempengaruhi fungsi hati dan ginjal
Suntikan KB
Metode suntikan KB telah menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya semakin bertambah. Tingginya peminat pemakai suntikan KB ole karean aman, sderhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan.
Kerugian suntikan KB
  • Perdarahan yang tidak menentu
  • Terjadi amenorea (tidak datang bulan) yang berkepanjangan
  • Masih terjadi kemungkinan hamil
Susuk KB (Norplant atau Implant)
Susuk KB disebut alat KB bawah kulit (AKBK)pemasangan norplant makin lama makin meningkat dengan alat pemasangan sederhana, pemakaian, selama lima tahun, dan komplikasi tidak terlalu tinggi. Pemasangan norplant (susuk KB) sederhana dan dapat diajarkan, tetapi masalah mencabut susuk KB memerlukan perhatian karean sulit dicari metode yang mudah, murah, dan aman; jumlah yang memerlukan pelayanan pencabutan makin besar; dan dijumpai penyulit dan komplikasi saat mencabut.
Kerugian metode susuk KB:
  1. Menimbulkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi dan tejadi perdarahan yang tidak teratur
  2. Berat badan bertambah
  3. Menimbulkan akne, ketegangan pada payudara
  4. Liang senggama semakin kering
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau IUCD mempunyai sejarah perkembangan yang panjang sebelum generasi III dengan keamanan, efektivitas dan penyulit yang tidak terlalu besar.
Kerugian AKDR:
  1. Masih terjadi kehamilan dengan AKDR in situ
  2. Terdapat perdarahan: spotting dan menomtroharagia  
  3. Leokorea, sehingga menguras protein tubuh dan liang senggama terus terasa lebih basah
  4. Dapat terjadi infeksi
  5. Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer atau sekunder dan kehamilan ektopik
  6.  Tali AKDR menimbulkan perlukaan portio uteri dan gangguan hubungan seksual
Kontrasepsi Mantap
Kontrasepsi mantap atau sterilisasi merupakan metode KB yang paling efektif, murah, aman, dan mempunyai demografi yang tinggi. Kontap ii belum masuk program gerakan keluarga berencana nasional Indonesia, namun pelayanan kontrasepsi mantap dapat diterima masyarakat, dan makin lama makin besar jumlahnya dengan usia semakin muda.
Vasektomi tuba (Ma) kreasi Kontap baru wanita
Vasektomi tuba dapat dilaksanakan bersamaan dengan seksio sesarea, bersamaan dengan laparatomi penyakit kandungan, atau bedah dan khusus minilaparatomi pada postpartum, post abortus dan bersamaan dengan menstrual regulation atau postcontraceptive regulation.
Kerugian penggunaan vasektomi tuba (Ma)
·         Teknik ini memerlukan waktu operasi lebih panjang


Kontrasepsi pria
Dalam usaha untuk meningkatkan pemeriksaan gerakan keluaraga berencana nasional peranan pria sebenarnya sangat penting dan menentukan. Dengan pertimbangan yang demikian dikembangkan bentuk kontrasespsi pria sebagai berikut:
Kondom
Cara kerja kondom adalah menampung spermatozoa sehingga tidak masuk ke dalam kanalis serviks yang berfungsi menghalangi tertumpahnya sperma ke dalam vagina sehingga spermatozoa tidak mungkin masuk kedalam rahim.
Kerugian kontrasepsi kondom:
·         Kenikmatan terganggu , munkin alergi terhadap karet atau jelinya yang mengandung spermeside
·         Sulit dipasarkan kemasyarakat dengan pendidikan rendah
Pantang berkala
Dalam memberikan nasehat kepada peserta KB dengan menggunakan pantang berkala, harus diketahui patrun menstruasinya. Syarat utama adalah patrun menstruasi teratur dan kerja sama dengan suami harus baik. Metode pantang berkala mempunyai kegagalan tinggi bila patrun menstruasi tidak teratur apalagi kerjasama dengan suami tidak mungkin dilakukan.
Kelemahan sistem berkala adalah pengukuran suhu basal merepotkan dan tidak akurat , hanya dapat digunakan oleh mereka yang terdidik dan hanya berguna pada siklus menstruasi 20 sampai 30 hari.
Senggama terputus
Konsep “metode senggama terputus” adalah mengeluarkan kemaluan menjelang terjadinya ejakulasi.
Kekurangan metode ini adalah:
·         menggganggu kepuasan kedua belah pihak
·         kegagalan hamil sekitar 30% sampai 50% karena semen belum keluar sebelum mencapai puncak kenikmatan
·         terlambat mengeluarkan kemaluan
·         semen yang tertumpah diluar akan mudah masuk ke dalam genetalia
·         dapat menimbulkan ketegangan jiwa kedua belah pihak
Metode Operasi Pria
Operasi pria yang dikenal dengan vasektomi merupakan operasi ringan, murah, aman, dan mempunyai arti demografis yang tinggi artinya dengan operasi ini banyak kelahiran dapat dihindari.
Kontrasepsi darurat
Adalah kontrasepsi yang dapat diberikan pada hubungan seks yang tidak terlindung dalam kurun waktu 72 jam sampai 7 hari sehingga dapat mnghindari kehamilan.
Penggunaankontrasepsi darurat digunakan bila berhadapan dengan hubungan seks tanpa perlindungan, hubungan seks dengan perkosaan,hubungan seks dengna kondom yang bocor atau pecah dan hubungan seks dengan menggunakan diafragma yang pecah atau penempatan yang salah. Dalam demikian pengunaan kontrasepsi darurat diharapkan dapat mneghindari kehamilan, sehingga menurunkan kehamilan yang tidak dikehendaki (KTD).
Metode  kontrasepsi darurat:
1.      Metode hormonal
·         Pemberian derivat estrogen
·         Pemberian antiprogestins mifepristone
·         Metode Yuzpe dengan pil kombinasi estrogen dan progesteron
·         Metode postinor, pemberian levernolgestrel
·         Pemberian Danazol
2.      Insersi IUCD
Penggunaan kontrasepsi daurat belumbanyak diperaktikan di Indonesia sekalipun di berbagai negara sudah menunjukkan hasil yang cukup memberikan harapan.
Kerugian pada kontrasepsi darurat:
1.      Kontrasepsi darurat hormonal
terasa mual, muntah-muntah , payudara tegang dan nyeri, dan menorhagia
2.      kontrasepsi darurat IUCD
·         infeksi alat genitalia
·         perforasim IUCD (sakit mendadak disertai syok)
·         kehamilan
BAB III
PEMBAHASAN

3.1       KB dan pengaruh kegelisahan terhadap penggunaannya
Keluarga Berencana (KB) adalah istilah yang mungkin sudah lama kita kenal. KB artinya mengatur jumlah anak sesuai kehendak kita, dan menentukan sendiri kapan ingin hamil. Ada beberapa metode pencegahan kehamilan, atau penjarangan kehamilan, atau kontrasepsi, bisa kita pilih sendiri.
Tak seorang pun boleh memaksa kita mengikuti program KB. Tak seorang pun bisa menggunakan alat KB tertentu bila itu bukan pilihan Anda. Tetapi kalau alat yang Anda pilih bisa membahayakan diri Anda sendiri atau, memperparah penyakit yang sudah anda derita, pekerja kesehatan mungkin menyarankan alat lain yang mungkin lebih aman. Meskipun tidak ada paksaan, bila Anda telah mengerti risiko-risiko yang mengancam kesehatan atau bahkan keselamatan Anda sendiri sehubungan dengan kehamilan dan persalinan, selayaknya Anda mengikuti program KB atas kesadaran sendiri.
Jutaan perempuan di seluruh dunia selama ini sudah menggunakan metoda-metoda KB yang kami paparkan dalam halaman-halaman sebelumnya. Malahan metoda-metoda itu lebih aman ketimbang hamil dan bersalin. Bila Anda memilih untuk tetap ber-KB. Sebagian perempuan menginginkan banyak anak – khususnya di tengah-tengah masyarakat-masyarakat yang miskin, tak memperoleh pembagian tanah yang adil, sumberdaya kurang, dan keuntungan social tipis. anak-anak membantu pekerjaan orangtua sehari-hari, dan merawat mereka di usia lanjut. di banyak tempat, jumlah anak yang sedikit dianggap sebagai kemewahan (hanya orangtua yang berkecukupan saja yang mampu mengurangi jumlah anak).
Tetapi sebagian perempuan lain menganggap bahwa anaknya anak justru makin memiskinkan keluarga, dan mempersualit pengentasan nasib mereka. banyak orangtua yang sedih dan menyesal karena kebanyakan anak; tidak mampu memberi mereka penghidupan yang layak; tak mampu menyekolahkan mereka sampai jenjang yang tinggi, dan akibatnya anak-anak mereka itu tak mendapat peluang memperbaiki generasi mereka.
Akan tetapi dalam peggunaannya, sering kita temui gangguan psikologi yang menyangkut kegelisahan penggunaan KB sehingga menggangu keseharian mereka dalam menjalani aktifitasnya. Seperti yang kita ketahui kecemasan/kegelisahan dibagi menjadi 3 macam, yakni : kecemasan kenyataan/objektif, kecemasan neurotis dan kecemasan moril.
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Kecemasan neurotis(saraf), ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam tiga bentuk yaitu kecemasan menyesuaikan dirinya dengan segera pada keadaan lingkungannya yang kira-kira cocok, phobia dan rasa gugup. Kecemasan moril, merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam arti ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani.
Begitu juga dengan penggunaan KB. Kecemasan penggunaan KB secara tidak langsung mempengaruhi kondisi psikologi penggunanya. Misalnya kita ambil contoh jenis KB yang banyak digunakan saat ini adalah pil KB. Memang benar pil KB memiliki kelebihan yaitu merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan, serta siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko terkena anemia dan defisiensi besi berkurang. Akan tetapi banyak pengguna pil KB mengeluh dan mengalami kegelisahan karena mengalami ketidakseimbangan hormonal dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang bisa menyebabkan:
1.    Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat, ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern)
2.    Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS (poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak, kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.
Kehilangan libido, depresi, dan peningkatan tekanan darah, kecemasan dan kegelisahan mungkin juga hasil dari penggunaan terus-menerus pil KB.
Dan masalah-masalah di atas sangat sensitif sekali pada penggunanya, karena menyangkut masalah kecantikan seorang wanita.
Contoh jenis KB yang sering digunakan lainnya adalah suntik KB. Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman. Di samping kelebihan di atas, suntik KB juga memiliki kekurangan Seringkali berat badan bertambah sampai 2-4 kg dalam waktu 2 bulan karena pengaruh hormonal, yaitu progesterone. Progesterone dalam alat kontrasepsi tersebut berfungsi untuk mengentalkan lendir serviks dan mengurangi kemampuan rahim untuk menerima sel yang telah dibuahi. Namun hormon ini juga mempermudah perubahan karbohidrat menjadi lemak, sehingga sering kali efek sampingnya adalah penumpukan lemak yang menyebabkan berat badan bertambah dan menurunnya gairah seksual. Sehingga  vagina menjadi kering, merasa sakit (dispareuni) saat melakukan hubungan seksual, dan jika kondisi ini berlangsung lama akan menimbulkan penurunan gairah atau disfungsi seksual pada wanita. Hal inilah yang membuat beberapa pengguna KB untuk berpikir dua kali dalam menentukan pilhannya untuk memilih suntik KB pada alat kontrasepsinya.
Sama halnya dengan susuk KB atau Implant: disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam. Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai. Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma. Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Berbentuk kapsul silastik (lentur), panjangnya sedikit lebih pendek daripada batang korek api. Jika Implant dicabut kesuburan bisa pulih dan kehamilan bisa terjadi. Cara pencabutan Implan hampir sama dengan pemasangannya yaitu dengan penyayatan kecil dan dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih.
Susuk juga memiliki kekurangan diantaranya adalah Nyeri kepala, peningkatan/penurunan berat badan, nyeri payudara, mual-mual, pening/pusing kepala, perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan, klien tidak menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan, terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per 100.000 wanita pertahun), dan keluar bercak-bercak darah atau pendarahan yang lebih banyak selama menstruasi. Karena hal itulah pengguna susuk sedikit mengalami kegelisahan yang akan mempengaruhi pola berpikir mereka.
Berdasarkan 3 contoh dari beberapa jenis KB di atas, banyak pengguna KB yang megalami kegelisahan dan mereka harus berpikir dua kali untuk mengambil keputusan yang mereka inginkan. Karena seperti yang kita ketahui setiap jenis KB memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang menjadi ciri khas dari produk KB itu sendiri.
Umumnya perempuan yang menghendaki pembatasan jumlah anak adalah perempuan yang sudah punya kesempatan belajar dan mencari nafkah sendiri, serta statusnya cukup setara dengan laki-laki dalam masyarakatnya.
Yang jelas, tak peduli di manapun (dalam masyarakat apapun) Anda berada, Anda akan lebih sehat, dan melahirkan anak-anak yang jauh lebih sehat, bila Anda memegang kendali atas penentuan berapa banyak anak yang akan anda miliki, dan kapan akan hamil.
Mungkin Anda sudah mengalami sendiri desakan-desakan dari segala penjuru untuk ber-KB atau sebaliknya agar jangan ber-KB. Memang nasihat-nasihat orang lain bisa diambil manfaatnya, tetapi mau ber-KB atau tidak, sepenuhnya adalah keputusan Anda sendiri.
Ada suatu cara lain yang mungkin juga baik untuk digunakan untuk mengatasi kecemasan tersebut dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (intropeksi), akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi, mengapa hal itu terjadi apa penyebabnya dsb.,  apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat mengatasinya, kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya, karena tidak semua pengalaman di dunia ini menyenangkan. Untuk itu perlu kita sadari apapun kegelisahan itu tidak akan dapat menyelesaikan suatu masalah atau menghalau situasi buruk apa pun dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar